HAKIKAT WAKTU
03.24
waktu , sering kita sia-siakan
nilai waktu. Dengan hal-hal yang sebenarnya kurang berguna. Apalagi ketika kita
dilanda suatu keadaan yang bernama “galau” maka nilai waktu akan sagat terbuang
sia-sia. Padahal ada banyak hal yang mampu dilakukan ketika kita memiliki waktu
luang daripada hanya digunakan untuk memikirkan kegalauan yang kurang
bermanfaat.
Karena begitu pentingnya nilai
waktu, maka dari itu mimim mencari suatu sumber yang sesuai untuk bahan
renungan bagaimana kita memanfaatkan waktu selama ini. Khususnya untuk muslimah
supaya mengetahui bagaimana memenej waktu dengan baik. Berikut ulasan mengenai
hakikat waktu. Selamat memanfaatkan waktu … :)
Mengungkap hakikat waktu
Nilai
waktu bukanlah suatu perkara yang asing bagi orang yang berakal. Tidaklah
meremehkan waktu melainkan orang yang kurang akalnya,buruk tabiatnya, rendah
cita-citanya dan lemah kemauannya. Bagaimana mungkin nilai waktu itu tiak
beharga padahal waktu adalah materi dan penyangga kehidupan bahkan waktu adalah
hidup itu sendiri,sebagaimana ditunjukkan seperti hadist Rasulullah yang
artinya :
“Raihlah keuntungan dari lima perkara
sebelum datang lima perkara lainnya; masa mudamu sebelum datang masa tuamu,masa
kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa luangmu sebelum datang waktu sibukmu,
masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu dan masa hidupmu sebelum datang
kematianmu”(hr.al-hakim)
Jika
demikian kematian tiba dengan berakhirnya umur manusia, terhentinya detik-detik
kehidupannya, dan telah sempurna masa-masa kehidupannya.
Ketahuilah
wahai saudariku muslimah, sejauh mana engkau mengenal dan memahami nilai waktu
dan hakikatnya dengan benar dan semakin agung hakikat kedudukan dan
keistimewaannya dalam hatimu maka sungguh engkau telah merealisasikan langkah
penting menuju pemahaman yang benar dalam memberdayakan waktu dengan cara yang
tepat. Sesungguhnya yang membantu dirimu sehingga sampai pada pemahaman
tersebut adalah kesadaranmu akan amanah yang tengah engkau emban dalam
kehidupan ini,perasaaanmu yang menganggap beban itu begitu berat dan agung
disisi Allah, dan keyakinanmu bahwa waktu adalah bagian dari amanah yang agung
tersebut, dengan mengembannya engkau telah beribadah kepada Allah dan engkau
diperintahkan untuk menghabiskannya dengan cara yang diridhainya
Waktu itu amanah
Ketahuilah
wahai saudariku, semoga Allah senantiasa menjagamu,konsekuensi penghambaan atau
beribadah kepada Allah adalah engkau memposisikan waktumu sebagai amanah yang
wajib diemban dan dirimu akan dimintai pertanggungjawabannya pada hari kiamat
kelak. Karena engkau diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah semata,
tidak ada sekutu bagiNya. Ini menuntut hidupmu seluruhnya adalah untuk Allah.
Seperti firman Allah yang artinya :
“ katakanlah sesungguhnya
shalatku,ibadatku hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam
tidak ada sekutu bagiNya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan
aku adalah orang pertama yang menyerahkan diri(kepada Allah).”(al-anam
162-163)
Maka
hidupmu dengan setiap kesendiriannya, seluk-beluknya, detik-detiknnya,
menit-menitnya,jam-jamnya, hari-harinya,bulan-bulannya, tahun-tahunnya
seluruhnya adalah amanah yang dititipkan Allah dan memintamu untuk menjaga dan
memeliharanya agar Allah dapat meninjau apakah engkau meluangkannya pada
perkara-perkara yang dia inginkan atau engkau menyia-nyiakannya sesuai selera nafsu atau keinginanmu?
Abu
Said al-khudri berkata Nabi saw bersabda yang artinya :
” Sesungguhnya dunia itu
tumbuhan hijau(menyejukkan) dan Allah menjadikan sebagai pemiliknya agar dia
dapat memantau apa yang kalian pebuat. Tkutlsh kalian akan dunia dan takutlah
kalian akan wanita, karena ujian pertama yang ditimpakan kepada Bani israil
adalah wanita.” (hr.Muslim)
Ingatlah
wahai saudaraku sesungguhnya Allah memberikan cobaan kepadamu berupa cobaan kehidupan
dengan tujuan menguji keimanan,kesabaran,dan keteguhanmu dalam melakukan
ketaatan, sebagaimana engkau memperlakukan umur dan hari-harimu.
Dia Allah swt juga memantau bagaimana engkau memperlakukan keimananmu,
apakah engkau akan mentauhidkanNya atau menyekutukanNya? memperhatikan
bagaimana engkau memperlakukan shalatmu, apakah engkau akan menegakkannya atau
meninggalkannya? Melihat bagaimana engkau memperlakukan pakaianmu, apakah
engkau berhijab menutup atau menyingkap auratmu? meninjau bagaimana engkau
memeperlakukan syariat-syariat Allah apakah engkau melaksanakannya atau
mendurhakainya? Serta dia melihat bagaimana engkau memperlakukan waktumu apakah
engkau akan menghabiskannya dalam ketaatan atau menyia-nyiakannya?
Diantara
riwayat yang menunjukan bahwa waktu itu adalah tanggung jawab dan amanah adalah
hadist yang diriwayatkan abu barzakh Nadhlah bin Ubaid al-Aslami dia berkata
Nabi saw bersabda yang artinya :
“tidakakan beranjak kedua kaki
seorang hamba pada hari kiamat hingga dia ditanya tentang umurnya untuk apa dia
habiskan tentang ilmunya untuk apa dia amalkan tentang hartanya dari mana dia
dapatkan dan untuk apa dia belanjakan dan tentang badannya untuk apa dia
pergunakan.”(Hr.at thirmidzi)
Apakah engkau telah mempersiapkan
jawaban untuk pertanyaan diatas?
Yahya bin muadz ar-razi berkata “orang
yang tertipu adalah siapa yang menganggurkan hari-harinya dengan pelbagai
kemunduran dan menguasakan anggota-anggota tubuhnnya pada kebinasaan, lalu dia
meninggal sebelum tersadar dari tindakan merusaknya”
Seorang dari kalangan salaf
berkata:
“malam dan siang berjalan pada
dirimu,maka beramalah kamu pada keduanya”
Abu al-abbas ad-dainuri berkata
“tidak ada didunia ini sesuatu yang lebih agung daripada waktu dan hati
sementara engkau menyia-nyiakan waktu dan hatimu.”
Waspadalah
wahai saudariku dari keterlenaan waspada dan renungkan bahwa waktu sangat
berharga untuk berlalu begitu saja, dan sangat mahal untuk pergi begitu saja
sesungguhnya waktu adalah tempat menitipkan pelbagai amal dan gudangnya.
Dipinjamkan didunia dan akan diminta kembali kelak diakhirat.
Wahai saudariku,jadilah orang
Yang menggenggam erat
Semua yang berarti petunjuk dan
Arahan untukmu
Kesenangan yang tengah kita
Nikmati
Adalah hari-hari yang dipinjamkan
Dan kelak akan diminta kembali
Waktu adalah energi
Ini
adalah sebuah hakikat yang tergambar jelas dalam kehidupan nyata. Setiap
manusia siapapun dia setiap memperbagus aktivitasnya dalam waktu dan umurnya
maka hasilnya akan lebih baik dan unggul . Ini menambah keyakinan bahwa waktu
adalah energi jiwa yang dimiliki oleh orang yang lemah maupun kuat, hanya daja
yang cerdik adalah yang pandai mengelolanya dan memberdayakannya sesuai dengan
kesungguhan dan ambisiny, serta mendapatkan hasilpaling unggul dari sela-sela
hubungan yang benar antara kesungguhan dan waktunya.
Malik bin dinar menuturkan: “isa
bin maryam berkata “Sesungguhnya siang dan malam itu laksana dua almari,maka
lihatlah apa yang kamu taruh didalam keduanya. Buatlah diwaktu malam sesuai
dengan tujuan malam diciptakan.” (kitab az zuhd al-kabir hal 295)
Amir bin al-abbas al- hamdani az
zahid bersenandung :
Sesungguhnya dunia itu jalan
Menuju surga dan neraka
Sementara malam-malamnya
Tempat berniaga manusia
Dan siangnya laksana pasar
Saudariku
mukminah, hati-hatilah jangan sampai engkau menghabiskan waktumu pada
perkara-perkara yang tidak berguna dan pemuasan hawa nafsu. Waktumu adalah modal
riil dan perniagaan yang tak ternilai harganya,keuntungan yang melimpah ruah
akan memenuhi pundi-pundi amalmu jika engkau cerdik dalam mengatur dan
menyiasatinya
Seorang pujangga berkata :
Waktu adalah sesuatu yang paling berharga
Yang senantiasa engkau jaga
Namun bagiku
Ia adalah sesuatu yang paling
sering engkau sia-siakan
Lantas bagaimana kita dapat
memetik buah waktu kita? Bagaimana caranya agar kita mampu mengalahkan
kebiasaan buruk kita yang gemar menyia-nyiakan waktu ?
Apa langkah-langkah jitu untuk
mengelola waktu dalam hidup kita?
Sumber : manajemen waktu untuk
wanita dengan perubahan seperlunya



2 komentar