Knowledge

ini inspirasiku

00.40

Aku Bicara Perihal Cinta

Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu,
dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu,
dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu,
kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu,
kalau kaututupi ketelanjanganmu,
dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,
dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki;
Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Apabila kau mencintai kau takkan berkata,
TUHAN ada di dalam hatiku,
tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati TUHAN”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
sebab cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan,
dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu,
dan sebuah gita puji pada bibirmu.

Knowledge

what you think

00.39



Cinta .?

Apa itu cinta, cinta kepada Allah, cinta kepada sesama dan cinta kepada alam ini.

Cinta kepada Allah adalah cinta dengan derajat tertinggi. Takan ada yang bisa menandingi cinta ini. Dan takan ada kata yang mampu mewakili cinta ini.



Cinta kepada sesama,

Jatuh cinta berjuta rasanya.. berjuta warnanya kaya pelangi. Apalagi jatuh cinta saat usia remaja sekelas SMA. Oh begitu penuh pesona dan keajaiban-keajaiban cinta. Hmm puitis sekali yaa?

Ah, cinta yang bagaimana ? ada banyak cinta yang menghiasi hidup kita . semua cinta yang terpancar dari setiap orang. Tapi bukan itu yang ingin kubahas. Yaitu cinta yang benar-benar tulus dan sempurna mungkin lebih tepatnya cinta sejati.  Sampai saat ini aku masih belum mengerti sebenarnya cinta yang bagaimana yang kalian rasakan sehingga bisa mengikatkan diri dalam hubungan asmara yang namanya “pacaran” itu ?

Bukan, bukan karena aku sok suci atau sok apapun itu. tapi karena aku memang belum mengerti. Apa dan mengapa perlu pacaran.

Sahabat-sahabat saya mengatakan bahwa dengan pacaran kita menjadi lebih tahu sifat dan watak seseorang yang kita sukai. Tapi bukankah dalam pacaran terkadang sifat kita yang asli sering kita tutup-tutupi suapaya karakter kita terlihat sempurna dan baik.

Lalu dengan pacaran katanya enak bisa dianter jemput gratis, dibeliin apa aja yang kita pengin. Pokoknya semua yang kita pengin deh..”

Tapi apakah sesederhana itu, bukankah dengan pacaran kita menjadi semakin dekat dengan maksiat. Memandang pacaran adalah sebuah ikatan terkadang tak jarang membuat mereka berfikir bahwa seorang pacar adalah  miliknya dan bagaiman bersikap terhadap miliknya ,pastilah kita tahu bagaimana.

Sadarkah kita jika kita diberi secara otomatis naluri kita juga akan mengingatkan kita untuk balik memberi. Tapi memberi yang bagaimana? Sudah pasti kita mengetahui maksudnya.

Melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang yang belum terikat hubungan pernikahan. Sudah banyak fenomena ini lalu sangkalan apalagi yang akan disampaikan untuk membela hubungan pacaran ini.bukan kah karena mereka berfikir bahwa mereka sudah merasa saling memiliki sehingga mereka sanggup melakukan hal seperti itu. na’udzubilah

Masih banyak cerita sahabat-sahabat saya yang membuat iri siapapun yang belum pernah merasakan apa itu pacaran. Tapi sampai saat ini pun saya belum bisa memahami  cerita-cerita itu.

Mengkin banyak diantara mereka yang dengan pacaran sampai pada hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Tapi mereka terlebih dahulu merasakan putus nyambung-putus nyambung atau mereka sudah menjelajahi banyak hati alias pengembara cinta. Mungkin yang mereka cari adalah kecocokan. Jika kecocokan yang dicari berarti saat mereka sudah tak cocok lagi hubungan itu bisa saja terputus bukan?

Ada juga yang bilang mereka pacaran karena sicewe atau cowonya baik,perhatian padahal sifat itu bisa berubah kebaikan,perhatian itu sewaktu-waktu bisa berubah  atau malah hilang karena hati itu senantiasa barubah.

Lalu ada lagi yang bilang karena kecantikan atau ketampanannya. Ah, bukankah semua itu akan hilang?lalu saat kita sudah tidak cantik atau tampan akankah cinta itu masih ada?

Dan semua perkataan yang pernah sahabat-sahabat saya ucapkan. Sampai disini aku belum juga mengerti.

Belum lagi perasaan sakit hati yang sering terdengar karena keegoisan kita yang masih merajai hati.  Belum stabilnya mental kita, dan semua ketidakdewasaan diri.

Bukankah saat pacaran ada perasaan kawatir,takut dan semua hal-hal yang membuat pikiran kita kacau. Padahal kita sadari ikatan ini belum kuat. Dia, pasangan kita masih bisa memilih yang lain untuk menjadi pendampingnya kelak. Oh ini menambah ketidakmengertianku tentang pacaran.

Pacaran bikin galau. Apalagi saat ada suatu masalah. Hati kita, fikiran kita menjadi gelisah. Semua hanya memikirkan itu, membuat tidak tenang. Belajar pun jadi sulit. Jadi membuang waktu. Ah, ini semakin rumit. Sulit rasanya memahami apa itu pacaran. Bukankah saat memutuskan untuk putus salah satu pihak terkadang tidak menerimanya karena salah satu diantara mereka sudah terlanjur cinta. Tapi dilain pihak dia merasakan ketidakcocokan atau yang lebih kejam karena sudah bosan dan merasakan telah menemukan yang lebih baik dari sebelumnya. Huh,

Jika dalam islam ada tahap pengenalan yang lebih baik kenapa kita tidak memakai cara ini?sehingga saat ketidakcocokan terjadi hati mereka belum salig terpaut. Dan tentu saja mereka boleh memutuskan untuk mencari yang lain. Masih butuh banyak belajar sebenarnya jika kita ingin mengetahui pengenalan ala islam ini. Yang jelas tidak banyak mudhlaratnya.



Satu kata yang bisa membuat persahabatan menjadi panas karena perbedaan pendapat tentang ini. Kembali lagi bahwa pendapat orang itu berbeda-beda ,pandangan mereka tentang pacaran juga berbeda, perlakuan mereka dengan hubungan ini pun beragam. Jadi semua kembali lagi pada diri masing-masing :)

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images