what you think
00.39
Cinta .?
Apa itu cinta, cinta kepada Allah, cinta kepada sesama dan
cinta kepada alam ini.
Cinta kepada Allah adalah cinta dengan derajat tertinggi.
Takan ada yang bisa menandingi cinta ini. Dan takan ada kata yang mampu
mewakili cinta ini.
Cinta kepada sesama,
Jatuh cinta berjuta rasanya.. berjuta warnanya kaya pelangi.
Apalagi jatuh cinta saat usia remaja sekelas SMA. Oh begitu penuh pesona dan
keajaiban-keajaiban cinta. Hmm puitis sekali yaa?
Ah, cinta yang bagaimana ? ada banyak cinta yang menghiasi
hidup kita . semua cinta yang terpancar dari setiap orang. Tapi bukan itu yang
ingin kubahas. Yaitu cinta yang benar-benar tulus dan sempurna mungkin lebih
tepatnya cinta sejati. Sampai saat ini
aku masih belum mengerti sebenarnya cinta yang bagaimana yang kalian rasakan
sehingga bisa mengikatkan diri dalam hubungan asmara yang namanya “pacaran” itu
?
Bukan, bukan karena aku sok suci atau sok apapun itu. tapi
karena aku memang belum mengerti. Apa dan mengapa perlu pacaran.
Sahabat-sahabat saya mengatakan bahwa dengan pacaran kita
menjadi lebih tahu sifat dan watak seseorang yang kita sukai. Tapi bukankah
dalam pacaran terkadang sifat kita yang asli sering kita tutup-tutupi suapaya
karakter kita terlihat sempurna dan baik.
Lalu dengan pacaran katanya enak bisa dianter jemput gratis,
dibeliin apa aja yang kita pengin. Pokoknya semua yang kita pengin deh..”
Tapi apakah sesederhana itu, bukankah dengan pacaran kita
menjadi semakin dekat dengan maksiat. Memandang pacaran adalah sebuah ikatan
terkadang tak jarang membuat mereka berfikir bahwa seorang pacar adalah miliknya dan bagaiman bersikap terhadap
miliknya ,pastilah kita tahu bagaimana.
Sadarkah kita jika kita diberi secara otomatis naluri kita
juga akan mengingatkan kita untuk balik memberi. Tapi memberi yang bagaimana?
Sudah pasti kita mengetahui maksudnya.
Melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh
seorang yang belum terikat hubungan pernikahan. Sudah banyak fenomena ini lalu
sangkalan apalagi yang akan disampaikan untuk membela hubungan pacaran
ini.bukan kah karena mereka berfikir bahwa mereka sudah merasa saling memiliki
sehingga mereka sanggup melakukan hal seperti itu. na’udzubilah
Masih banyak cerita sahabat-sahabat saya yang membuat iri
siapapun yang belum pernah merasakan apa itu pacaran. Tapi sampai saat ini pun
saya belum bisa memahami cerita-cerita
itu.
Mengkin banyak diantara mereka yang dengan pacaran sampai
pada hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Tapi mereka terlebih dahulu
merasakan putus nyambung-putus nyambung atau mereka sudah menjelajahi banyak
hati alias pengembara cinta. Mungkin yang mereka cari adalah kecocokan. Jika
kecocokan yang dicari berarti saat mereka sudah tak cocok lagi hubungan itu
bisa saja terputus bukan?
Ada juga yang bilang mereka pacaran karena sicewe atau
cowonya baik,perhatian padahal sifat itu bisa berubah kebaikan,perhatian itu
sewaktu-waktu bisa berubah atau malah
hilang karena hati itu senantiasa barubah.
Lalu ada lagi yang bilang karena kecantikan atau
ketampanannya. Ah, bukankah semua itu akan hilang?lalu saat kita sudah tidak
cantik atau tampan akankah cinta itu masih ada?
Dan semua perkataan yang pernah sahabat-sahabat saya
ucapkan. Sampai disini aku belum juga mengerti.
Belum lagi perasaan sakit hati yang sering terdengar karena
keegoisan kita yang masih merajai hati.
Belum stabilnya mental kita, dan semua ketidakdewasaan diri.
Bukankah saat pacaran ada perasaan kawatir,takut dan semua
hal-hal yang membuat pikiran kita kacau. Padahal kita sadari ikatan ini belum
kuat. Dia, pasangan kita masih bisa memilih yang lain untuk menjadi
pendampingnya kelak. Oh ini menambah ketidakmengertianku tentang pacaran.
Pacaran bikin galau. Apalagi saat ada suatu masalah. Hati
kita, fikiran kita menjadi gelisah. Semua hanya memikirkan itu, membuat tidak
tenang. Belajar pun jadi sulit. Jadi membuang waktu. Ah, ini semakin rumit.
Sulit rasanya memahami apa itu pacaran. Bukankah saat memutuskan untuk putus
salah satu pihak terkadang tidak menerimanya karena salah satu diantara mereka
sudah terlanjur cinta. Tapi dilain pihak dia merasakan ketidakcocokan atau yang
lebih kejam karena sudah bosan dan merasakan telah menemukan yang lebih baik
dari sebelumnya. Huh,
Jika dalam islam ada tahap pengenalan yang lebih baik kenapa
kita tidak memakai cara ini?sehingga saat ketidakcocokan terjadi hati mereka
belum salig terpaut. Dan tentu saja mereka boleh memutuskan untuk mencari yang
lain. Masih butuh banyak belajar sebenarnya jika kita ingin mengetahui
pengenalan ala islam ini. Yang jelas tidak banyak mudhlaratnya.
Satu kata yang bisa membuat persahabatan menjadi panas
karena perbedaan pendapat tentang ini. Kembali lagi bahwa pendapat orang itu
berbeda-beda ,pandangan mereka tentang pacaran juga berbeda, perlakuan mereka
dengan hubungan ini pun beragam. Jadi semua kembali lagi pada diri
masing-masing :)



0 komentar