Begitu cepatkah berlalu..??
02.12buat yang belum baca kisah awalnya ,,nih klik the rain give me something..
“ Sofia lihat itu
makanmu ..”
Tiba-tiba Sofia dikejutkan
oleh suara seorang wanita paruh baya.
“eh ,,bunda.. iya bun
hehe..” jawab sofia terburu-buru.
“bunda temani kamu
menyelesaikan makan siangmu yaa ndu..” ucap bundanya dengan logat
khasnya
“iyaa bunn .. ini juga
udah mau selesai bentar lagi yaaa bundaa...” jawab Sofia
Sofia lupa jika dirinya
membawa sepiring makan siangnya dibalkon. Setelah menyelesaikan
makannya, kemudan mereka menuju suatu ruangan yang sangat nyaman.
Menghampiri tempat duduk kesukaan mereka. Ruangan yang begitu penuh
dengan kenangan masa kecil Sofia. Ruangan itu masih sama seperti yang
dulu karena bundanya tak pernah mengizinkan untuk direnovasi. Ruangan
yang begitu unik dan nyaman untuk sekedar berbincang tentang semua
yang sudah terlewati atau hanya untuk sekedar duduk sambil minum teh.
“Sofia sekarang kamu
sudah besar, dan lihatlah dirimu kini sudah menjadi orang yang
pantas, karirmu sudah jelas. Tapi...” tiba-tiba suaranya bundanya
terhenti
“tapi apa bun.. apa bunda
masih bertanya tentang siapa pendamping Sofia?” sahut Sofia
“ iya Sof ..” jawab
bunda lirih
“bunda .. udah berapa
kali bunda tanya sama Sofi dan hari ini jawaban Sofi masih sama bun,
Sofia mengerti maksud bunda, tapi hidup ini masih lebih indah
daripada hanya sekedar untuk membicarakan hal ini? Iya kan bun.
Siapapun dan kapanpun nanti Sofia yakin Allah sudah mengaturnya dan
pasti akan memberikan yang terbaik.bunda tak perlu khawatir yaa..”
jawab Sofia sambil memegang tangan bundanya.
“iya sayang, maafkan
bunda yahh.. kamu tahu sendiri kan bagaimana sikap tetangga kita?
“jawab ibundanya
“iya bun, Sofia tahu
mereka tidak tahu apa-apa bunda jangan terlalu memikirkan hal itu ya
bun, Sofia juga minta maaf ya karena Sofia belum bisa bahagiain
bunda. Doain Sofia ya bun..”jawab Sofia
“iya sayang, pasti pasti
bunda Doain..”ucap bundanya dengan lembut
Sudah sepekan sejak ayahnya
meninggalkan rumah untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang PNS.
Ia mencari nafkah untuk keluarganya. Pekerjaannya menjadi PNS di luar
kota tak membuat hubungan keluarga itu menjadi kaku
karena pertemuan yang sedikit.
Justru itu membuat hubungan ayah
dan anak tersebut menjadi sangat akrab. ayah
bundanya
bisa menjadi seorang teman yang selalu ada mendampingi Sofia dalam
setiap langkah Sofia.
“bunda , Sofia rindu ayah
bun. Kenapa setiap Sofia pulang selalu ayah yang berangkat..” ucap
Sofia sedih
“itulah nak , bunda juga
tidak mengerti.. hehe” jawab bundanya
“ahh,, bunda selalu saja
begitu, tersenyum padahal dihatimu terurai perih. Menahan rindu dan
semuanya..” ucap Sofia
“Sofia kadang hidup itu
perlu kepura-puraan. Kamu tahu kenapa?”
“kenapa bun?”
“karena ketika kita
berharap orang lain dapat mengerti kita, tapi kenyataannya kitalah
yang selalu dan harus mengerti mereka. maka kita tidak harus
menampakkan kesedihan kita kepada orang lain. Mereka tidak harus
mengetahui keadaan kita sebenarnya. Kesedihan kita diturunkan karna
Allah sayang kepada kita. Maka yakinlah jika Allah jua yang akan
mengangkatnya .. dan tetap bersyukur atas semua yang Allah berikan
kepada kita, insyaAllah kita akan selalu bahagia ndo..” ucap
bundanya
“bunda.... Sofia sayang
bunda”
“bunda juga sayang banget
sama Sofia, tetaplah menjadi Sofia yang kuat.. ya sayang ..”
Kehangatan sebuah pelukan
sang bunda adalah kekuatan. Kehangatan yang membuat rindu. Sofia
sadar tidak semua anak dapat merasakan hal seperti ini. Ia sangat
bersyukur memiliki bunda yang begitu perhatian. Yang selalu
membuatnya kuat.
Perbincangan mereka
terhenti. Sofia merasa perlu istirahat. Kemudian ia menuju kekamar.
Berusaha memejamkan matanya yang terlihat hitam. Namun ia belum mampu
hanyut dalam lautan mimpinya. Matanya memandang sebuah rak kecil
disebelah kamar tidurnya. Rak yang terlihat sedikit lebih kotor.
Banyak tulisan-tulisan tangan yang entah apa itu. debu-debu tipis
yang menempel membuat kondisi meja itu terlihat kumuh.
“beberapa tahun yang lalu
aku masih sempat membuat sedikit coretan dirak itu. heehh” pikir
Sofia dalam hati
kemudian
Ia buka rak itu. Sofia sedikit terkejut melihat buku-buku diarinya ,
buku-buku yang mendokumentasikan semua peristiwa masa lalu. Tumpukan
–tumpukan yang masih tertata dengan baik. Ia buka kembali masa
lalunya. Sofia heran mengapa ia suka sekali menulis diari ketika SMP
namun kebiasaan itu hilang setelah ia memasuki usia dewasa seperti
sekarang ini. Ternyata ada perasaan rindu yang hinggap dalam hatinya.
“buku-buku itu yang
membuat hari-hariku lebih hidup dan berwarna.. menuliskan setiap
mimpi-mimpi seorang gadis kecil..tapi kini dia tak lagi menemaniku.
Hanya seonggok mesin yang selalu ada setia setiap hari, ahhh aku
lelah dengan ini ..kadang ada perasaan rindu yang hinggap dalam hati”
bisiknya
Ketika
SMP Sofia adalah anak yang tak banyak bicara, di bidang akademis
prestasinya tak begitu membanggakan ia termasuk anak yang biasa-biasa
saja. Namun ia termasuk anak yang aktif mengikuti kegiatan eskul
disekolah,
bukan itu saja ia juga aktif di organisasi. Ia adalah anak yang
senang mencari hal-hal baru, pengalaman-pengalaman baru. Dan sahabat
baru.
Ia termasuk anak yang pandai bergaul.
Persahabatan yang indah
terjalin ketika Sofia memiliki beberapa sahabat yang begitu dekat
dengannya. Mereka adalah Disti,Nuri dan Dini. Sudah banyak yang
mengetahui tentang persahabatan mereka disekolah dan mereka lumayan
terkenal hehe. Banyak yang menyebut mereka denga sebutan geng. Tapi
bagi mereka persahabatan bukanlah geng. Persahabatan itu mereka
jalani seperti air yang mengalir. Karena terbiasa bersama dalam
melakukan segala hal itulah yang membuat mereka semakin dekat.
Kebersamaan itu membuat mereka saling memahami sifat dan karakter
masing-masing. Menerima apa adanya Karena merasa nyaman dalam
kebersamaan yang panjang membuat mereka semakin lama semakin dekat.
Dikelas IX puncak dari kedekatan itu. kekompakan yang selalu terjaga
hingga saat ujian tiba. Belajar bersama, bercanda bersama dan bukan
itu saja dalam setiap kegiatan mereka juga selalu terlihat bersama.
“ disti kekantin yuukk
laper niihh ..”ajak Sofia
“ayo sof bareng nuri sama
Dini juga yahh..” jawab Disti
“okeesiap...” balas
sofia
“hai nur..din ..kekantin
yuuuukk...”teriak sofia
“ayooo ..” jawab Nuri
dan Dini
“ah Sofia ,, jangan
disambung dong kalo manggil ..uhhh “ ucap Dini dengan nada sedikit
kesal
“hahahaha .. ia ia maap “
jawab Sofia enteng
“Sofia itu kebiasaan..
biarin deh ..lucu juga hahaha” timpal Nuri
Kemudian mereka tertawa
bersama.
Keempatnya lalu menuju
kantin. Mereka asik berbincang merancang masa depan impian dan
cita-citanya.
“ ah..
betapa cepat waktu berlalu. Kita sudah melewati ujian Nasional ini.
Benarkah kita akan berpisah guys?”tanya
Disti
“enggak kok, kita nggak
akan berpisah ..ya kan sof.kita hanya tak bertemu untuk beberapa
saat. Ketika kita semua telah mencapai apa yang kita cita-citakan..”
jawab Nuri
“iya bener itu Dis,
lagian kalau kita sekolahnya satu arah ya misalnya atau malah satu
sekolah kita juga bakalan ketemu terus kan?” sahut sofia
“tapi guys, kayanya aku
bakal gak ketemu kalian deh soalnya papa aku kerjanya pindah keluar
kota. Di Jawa Timur katanya. Hmm.. gimana dong? Aku sedih banget..”
sahut Dini
“apah,,!!” cetus Nuri.
Mereka bertiga begitu kaget
mendengar keputusan Dini yang terdengar mendadak itu. Tapi
bagaimanapun mereka tetap saling menghormati. Karena mereka sadar
pendidikan itu penting untuk cita-cita mereka dimasa depan.
“ayo kita berjanji..
suatu saat kita akan bertemu dan menceritakan kesuksekan kita
masing-masing “ sahut Sofia
“maksudmu..?” jawab
Disti
“iya Dis, jadi kita harus
bertemu entah kapan itu, saat reuni atau saat pertemuan apa. Nah
disaat itu kita ceritakan semua kesuksesan kita masing-masing
makannya kita harus selalu berusaha supaya jadi orang sukses yang
membanggakan. Setujuuu semuanyaa” jawab Sofia penuh semangat
“okeeee.... “ jawab
Disti Nuri dan Dini serentak
Tak terasa waktu SMP telah
berlalu. Kini masa-masa baru yang akan dijalani kedepannya.
Sahabat-sahabat sofia telah menentukan masa depan mereka ditangan
mereka sendiri. Meskipun harus berpisah. Dan mengorbankan
persahabatan ini. Tapi bukan berarti persahaban ini berakhir.
Sofia
memilih melanjutkan sekolah disebuah SMA swasta dikotanya. Begitu
juga dengan Disti yang memilih disekolah negeri. Tapi ternyata salah
satu sahabat dari mereka mendadak meninggalkan mereka lagi karena
orang tuanya harus pindah kerja diluar kota. Ayah Nuri yang bekerja
sebagai PNS juga dipindah tugaskan keluar kota otomatis Nuri harus
mengikutinya.
“ hmm ..Dini dan Nuri
udah pergi ninggalin kita Dis, tinggal kita berdua disini semoga kita
nggak terpisah yah..” kata Sofia dengan sedih
“ia Sof, semoga kita
tetap dalam persahabatan ini sampai kita sukses nanti dan berhasil
meraih cita-cita kita..” jawab Disti
“iyaa aamiin.. “ balas
Sofia
Sebuah persahabatan akan selalu
indah meski harus berpisah jarak dan waktu. Ketika hati masih saling
terpaut itu semua bukanlah masalah. Ketika persahabatan adalah saling
menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing tentu akan bertahan
hingga waktu tak lagi berjalan. Kita semua adalah sahabat. Sahabat
yang akan bertemu dimasa depan dengan semua kejutan-kejutan ...
Kata-kata itu menutup akhir
cerita dalam buku diarinya. Ternyata sudah lama Sofia tak ada
komunikasi dengan sahabat SMPnya khususnya Dini dan Nuri.
Ini buat yang belum sempet
baca episode sebelumnya:
Nah
ini dia untuk kelanjutan ceritanya the first class ..



0 komentar