DIALOG INTERAKTIF
02.18
Sabtu, 12 April 2014
“DIALOG
INTERAKTIF”
BIDANG KETAHANAN
SENI,BUDAYA,AGAMA DAN KEMASYARAKATAN
TEMA:
“PENTINGNYA MELINDUNGI
ANAK-ANAK JALANAN DARI KEKERASAN DAN PERLAKUAN DISKRIMINASI”
Kegiatan yang dilaksanakan di
Hall Serayu Park ini diadakan oleh sahabat dari EAGLE NUSA GLOBAL yang bekerja
sama dengan Direktorat Jenderal Kesatuan Dan Politik Kementrian Dalam Negeri
Republik Indonesia.Kegiatan ini mengusung tema yang begitu menarik, yaitu
tentang “Pentingnya Melindungi Anak-Anak Jalanan Dari Kekerasan dan Perlakuan
Diskriminasi”.
Diaman kegiatan ini dihadiri dari
segenap instansi pemerintahan yang berkaitan dan beberapa yayasan yang terkait.
Ada beberapa pembicara yang hadir
yaitu Bpk.Dwi dari Dinsos, Bpk.Listiono dari STIE,dan Ibu Sri dari Mutiara Kasih.
Dari penjelasan dari Bpk. Dwi
ternyata saya baru mengetahui bahwa data tentang masyarakat korban kekerasan
sosial menunjukan angka yang menurut saya spektakuler yaitu sekitar 98000 lebih.
Dari daerah banjarnegara sendiri data-data tersebut tercatat yaitu sebagai
berikut:
Balita terlantar
|
1512
|
Anak terlantar
|
4025
|
Anak yag tersandung hukum
|
32
|
Anak-anak nakal
|
44
|
Anak-anak jalanan
|
49
|
Anak cacat
|
1216
|
Korban tindak kekerasan
|
14
|
Upaya penangan anak-anak jalanan
atau anak terlantar ternyata memiliki rujukan hukum yaitu peraturan menteri
sosial tahun 2011(kalau tidak salah). Itu baru salah satunya. Belum lagi beliau
menyebutkan beberapa rujukan dari undang-undang.
Kebetulan
untuk panyandang anak jalanan di Banjarnegara hanya 49 jiwa. Itu yang terdata.
Mungkin menurut saya sebenarnya masih banyak diluar sana, hanya saja keberadaan
mereka tidak diketahui atau belum terdata. Dari Banjarnegara sendiri kemarin
dijelaskan bahwa pemerintah kabupaten telah menyediakan dana untuk 22ribu lebih
kepala keluarga. Yang terbungkus dalam “program keluarga harapan”. Program ini
menurut dinsos akan berjalan mulai pertengahan tahun ini. Setiap keluarga yang
terdata dalam program ini adalah mereka yang benar-benar hidup dalam keadaan
yang benar-benar kekurangan. Mereka akan diberikan bantuan dana dan ketrampilan
untuk dijadikan seorang wirausaha dimana setiap keluarga yang telah melakukan
usaha akan di pantau oleh petugas profesional. Program ini akan berjalan dalam
kurun waktu 6th. Sampai mereka yang dulunya anak jalanan atau anak terlantar
memiliki ketrampilan untuk masa depan mereka.
Bpk Listiono dari stie juga
memberikan gambaran secara umum mengenai anak jalanan/ anak
terlantar.implementasi peraturan atas upaya perlindungan terhadap anak jalanan
dalam perspektif keadilan sosial.itulah tema yang diambil oleh bpk lustiono.
Namun secara pribadi mungkin saya akan
menyimpulkan bahwa anak jalanan adalah mereka yang hidupnya dijalanan dan
melakukan semua aktifitas dijalanan . Dari semua penjelasan beliau kesimpulan bahwa
mengapa ada anak jalanan? Jawabannya adalah masalah ekonomi atau lebih tepatnya
kemiskinan. Yah, kemiskinan.bagaimana seharusnya sikap pemerintah dalam
merampungkan masalah klasik ini?
menurut ibu Sri dari Mutiara Kasih beliau menyampaikan bahwa
ketahanan keluarga adalah yang paling utama. Anak perlu diberi pondasi yang
baik sejak dini supaya menjadi anak yang mampu memberdayakan dirinya sendiri
dan diharapkan mampu memberdayakan orang lain.
Saya juga sempat terlibat dalam
diskusi, saya sempat menanyakan tingkah para siswa yang dengan sengaja turun
kejalan menjadi anak jalanan membentuk suatu komunitas seperti ‘punk’ atau
‘gembel’ . kemudian saya juga menanyakan peran orang tua yang justru saat
sekarang ini justru merekamalah cenderung membiarkan anaknya berbuat semaunya
sendiri, bahkan ada orang tua yang tidak tahu apa yang dilakukan anaknya diluar
sana. Terkadang sebagai anak kita cenderung meniru perilaku kebarat-baratan
yang justru merusak moral.lantas bagaimana menjadi orang tua yang mampu mengarahkan
anaknya ke rah yang benar kemudian sikap orang tua yanng baik yang seperti apa
ketika anaknya tidak mempedulikan omongan orang tua?
Ada beberapa peserta pula yang
sempat memberikan idenya untuk mendirikan rumah singgah belajar untuk mereka
anak jalanan. Karena disisi lain ketika anak jalanan itu mendapat tempat
seperti layaknya anak-anak yang lain mereka merasa minder. Mereka belum mampu
beradaptasi dengan baik.
Sebenarnya masih banyak yang
dijlesakan oleh para pembicara diatas, namun karena ini pertama kalinya saya
mengikuti acara seperti ini diluar lingkup kampus, saya merasa agak gugup untuk
meringkas pun saya belum maksimal. Tapi dari situ saya banyak mendapat
pelajaran, pengalaman juga:):0



0 komentar