Ketika kita tak sama
23.25Allah mengabulkan keinginan yang dulu sempat terucap dari bibirku,
Namun, kenyataannya dalam diam kini kuharus menangis dengan keinginan itu. Dulu aku sempat marah padaNya. Namun, kini aku harus menangis karena nafsuku sendiri.
Allah,
Hari ini kurasakan apa yang selama ini aku inginkan.
Aku sempat merasakan senang, bahagia, sedih dan duka. Seseorang yang telah tiba-tiba datang lalu kini aku merasakan dia telah menghilang.Air mataku sudah tak ada lagi. Air mataku tak mampu terjatuh lagi. Terlalu sesak dada ini menahan semua perasaan yang kupendam.
Pertemuan itu membuat jantungku berdebar, seperti berjuta kupu-kupu yang berterbangan dirongga dada. Aku memang lama mampu menahan hatiku hingga ia terkunci rapat sekali. Tapi, tak kuduga ia mudah sekali terbuka ketika dia datang.
Allah,
Apakah ini jawaban atas semua permintaanku dulu?
Aku ingin menangis, karena aku tau ini salah. Aku hanya tak mampu mengucap kebenaran itu.
Sungguh, jika harus memilih tentu aku akan memilihMu,
Sungguh jika aku harus merasakan sakit saat ini, itu lebih baik daripada aku harus melangkah kehal yang sudah jelas itu salah.
Sungguh ya Allah, aku hanya akan meminta
"kuatkan hatiku, meski godaan itu sungguh menyakitkan"
Aku berusaha untuk ikhlas membawa hatiku yang tertinggal ditanah asing nan tandus,
semoga suatu saat kelak, engkau akan mengirimku kesegaran yang tiada tara.



0 komentar